Kuala Lumpur 2010

Puffthhh meja kerja yang sangat penuh dengan invoice, dokumen-dokumen project, dan segudang file yg harus diurus sepertinya harus ditunda untuk beberapa hari…need vacation so much!!

Iseng-iseng w/2 others (Rini Indarto n Ei Ivana), bicara tentang kemana enaknya kita akan berlibur.. awalnya banyak pilihan, dari mulai Bali, Lombok, dan akhirnya terucap KL. #komporan dari si bos juga..

18 February 2010..hmmm finally, ini pertama kalinya saya pergi ke Luar Negeri #norak.

Kepikir sejenak ini semua pasti ribet. Mana bisa passport selesai dalam waktu dekat. Tapi ternyata lebih mudah dari bayangan. Hanya seminggu passport pun ditangan (sebetulnya ada jalur yang lbh cepat lagi).

Satu minggu sebelumnya Rini (salah satu dari kita) sudah memesan tiket CGK-KL dengan menggunakan airasia dengan keberangkatan pukul 08.30 -11.30. Karena itu adalah pertama kalinya saya berangkat ke LN, rasa takut pun bercampur. Takut lah kalau kita bawa perbekalan kebanyakan di koper, takutlah kalau kita bawa koper kosong didlm koper utama (hahahahaha norak ya…, kayanya hanya saya yg panik saat itu).

Hmmm, sampai juga ahirnya di bandara LCCT, yaitu bandara khusus AirAsia, sedangkan airport lainnya bernama KLIA.

Dengan berbekal info yg kita dpt dari Mr Google kita pun mengikuti jalan keluar sampai ke jalan raya dan mencari Bus ‘SKYBUS’ dihalteu (bus stop) harga tiketnya 9RM, atau bisa juga dengan kita menggunakan ‘AEROBUS’ harga 8RM . Info dari teman yang sering kesana, lebih baik pilih bis yang 2 tadi, karena biasanya bis-bis lain harganya cukup mahal sampai 18RM (mahalnyooo).

Lama perjalanan dari LCCT ke KL kira-kira 1jam, dari KL sentral menuju loket kereta monorail kita harus jalan kaki lagi (ga terlalu jauh, diseberangnya Terminal KL sentral), monorail disini seperti MRT di Singapore, transportasi murah yang bisa kita gunakan di KL ini, harganya 1.6 RM s.d 2.1 RM. (tergantung kemana tujuannya). Tujuan kita sampai Bukit Bintang.

Sesampainya di Bukit Bintang, kita tinggal jalan kaki ke tempat kita menginap ‘Radius International Hotel’ 51-a Changkat Bukit Bintang Kuala Lumpur  seharga 1,780,709.00/ 3 malam melalui agoda.com

…buka jendela kamar…ya ampun ini toh yg sering di liat di tv, ini toh yg namanya luar negeri…#noraaakkkk#

Sama halnya berlibur ke Singapura, Kuala Lumpur menjadi salah satu tujuan wisata bagi sebagian orang Indonesia. Dengan ongkos yang hanya berbeda sedikit dengan Jakarta – Denpasar, Kuala Lumpur menjadi alternatif tempat yang terjangkau untuk dikunjungi. Untuk sebagian perempuan yang gila belanja ini adalah salah satu tempat seperti Orchard Singapore, dan juga Hongkong( hukkzz.. blom pnah)

Kembali ke cerita gw selama disini.. banyak tempat-tempat di dekat hotel yang bisa di tempuh dengan hanya berjalan kaki.

Bukit Bintang.. semakin malam semakin terang walaupun tengah malam. Banyak wisatawan yang berjalan kaki Bintang Walk semua bercampur menjadi satu, Melayu, Chinese, Pakistan dan Indnesia tentunya. Gaya berpakaian mereka pun bermacam-macam. Banyak sekali pedagang kaki lima menggelar dagangannya. Di salah satu perempatan di sini ada atraksi manusia emas, manusia berpakaian jas dan seluruh tubuhnya di lumuri warna emas dengan gaya yang tidak berubah..diam seperti patung.

Kalau kita punya uang berlebih rasanya tempat yang tepat untuk menghabiskannya adalah sekitaran sini. Lokasi shopping dari mulai Sungei Wang Plaza, Bukit Bintang Plaza, Low Yat Plaza, Lot 10, KL Plaza, Planet Hollywood dan Starhill Gallery.

Sungei Wang .. salah satu mall yang menjual banyak macam fashion untuk anak muda, asesoris, souvenir, handphone dan lain-lain. Dilantai bawah ada restaurant yang saya suka, Nando’s Chicken dengan bumbu khas peri peri (harus di coba).

VINCCI @Sungei Wang

Harga barang-barang di Sungai Wang ini cukup terjangkau di banding dengan Pavilion. Yang paling oke dan menarik untuk saya kunjungi di Sungai Wang ini adalah adanya VINCCI, heheheh. Hari pertama saya langsung mengejar sepatu2 andalan itu..awalnya hanya berniat beli 2 pasang sepatu saja, untuk kantor dan santai. Banyak pilihan dengan model2 baru. Alhasil sesampai di hotel ada beberapa model yang masih terngiang, hari ke2 pun tetep pergi kesana lagi untuk melihat model yang selalu menghantui itu (hahahahahaaaa). Cukup sudah dengan 4 pasang didalam koper.

Harga vinnci disini mulai dari yg sale 15RM, sampai dengan ke atas. Yang saya suka dari Vincci disini, dibanding Jakarta atau Bandung modelnya lebih update dan ada tas juga assesories seperti jam tangan, ikat pinggang dll. Dengan harga yang lebih murah tentunya. Kalau dihitung2 dengan titipan oleh2 semua sepatu mungkin ada 11 pasang di dalam koper..:) sampai-sampai pada hari terakhir disaat waktu sudah mepet untuk pergi ke bandara dan vinnci masih tutup saya tunggu sampai tokonya buka (huihiiihi). Untung ada cadangan koper kosong di dalam koper.

ditengah2 perjalanan bukit bintang to pavilion

Next destination, Pavilion. Tinggal jalan kaki selama 10 menit dari sungai Wang kita sudah sampai di Pavillion. Sebelum masuk ke mall ada Mangkok raksasa dengan nama ‘ Pavilion Crystal Fountain ‘disana kita bisa foto dengan mangkok yang sesuai dengan warna kesukaan kita, karena mangkok tersebut akan berubah2 warna setiap hitungan 1 menit. Kalau di Jakarta mungkin Pavilion itu lebih mirip dengan Senayan City or Grand Indonesia. Yaaa.. untuk sekedar window shopping boleh lah masuk kesana hehehe…

Pavilion Crystal Fountain

Petronas Twin Towers

Menara Kembar Petronas atau Petronas Twin Towers, dua menara kembar dengan tinggi 451,9 meter. Menara ini merupakan icon dari Negara Malaysia. Keren banget dilihat di malam hari. Kalau tidak salah dulu siang hari kita sudah datang ke menara ini untuk foto-foto tapi karena terik matahari yang membuat foto jadi kurang oke, akhirnya kita balik lagi malemnya. (fotonya saya lupa simpan dimana, sementara foto ini dulu deh..)

@ SURYA

IKEA

Untung salah satu dari kita punya kerabat yang tinggal di KL, dia mengajak kami untuk pergi ke IKEA. Mungkin kalau jalan sendiri dan harus masuk-masuk tol di KL, hmmm..repot yaa.. IKEA tidak berada di tengah koKL, tapi sedikit ke pinggiran.

Di Indonesia IKEA masih lah sangat jarang. Di Jakarta atau di Bandung, IKEA sama dengan Informa atau Ace Hardware. Untuk ibu-ibu yang suka sekali dengan pernak pernik, kebutuhan rumah, rasanya harus di coba untuk berkunjung kesini. Tata Ruang IKEA di Kuala Lumpur ini sangat apik dan nyaman, ruang nya pun sangat luas. Betah deh..IKEA pilihannya banyak dan harganya masuk akal, kualitasnya sangat bagus.

IKEA sendiri sebenernya bukan produk asli Malaysia, IKEA adalah merk internasional yang berasal Scandinavia, Swedia. Saat ini IKEA memang belum ada di Indonesia, so..sangat tidak heran kita hanya mendapat barang-barang IKEA di outlet kecil di Jakarta itu pun hanya 1-2 item saja. Ada yang menarik perhatian saya disana, ada ibu dari Indonesi yang memenuhi keranjang belanjanya dengan barang besar seerti bantal, lampu dll..(bawa nya gimana ya..kalap). Di IKEA saya cuma dapet table mat, laundry bag, selimut, tempat lilin. Sempet kepikir beli bedcover keren disana, tapi yang lain udah pasang mata melotot dan mengingatkan ‘repooottt bawanya….’

Ringgit lumayan terkuras di IKEA ini, setelah kaki cape dan perut laper, waktunya kita cari makan siang. Di Ikea ada foodcourt yang menyediakan makanan Swedia. Restaurant ini terletak di lantai atas. Cara kita makan pun unik, jika memang sudah selesai makan, ‘tray’ makan yang sudah kita gunakan harus kita simpan sendiri di tempat yang sudah di sediakan. Gak kaya di Indonesia yang segalanya di layani, belajar disiplin dari hal kecil.

China Town

Petaling Street merupakan pusat jualan warga Cina yang tinggal lama di Kuala Lumpur. Kita bisa mendapat segala macam barang-barang yang berbau etnik Cina, ada souvenir, oleh-oleh khas Kuala Lumpur dengan harga yang cukup terjangkau. (tetap harus di tawar ya..) Di China Town atau Petaling Street ini, kita bisa dapatkan barang-barang bermerk yang palsu. Begitu banyak barang-barang yang di tawarkan pada pengunjung. Jangan berani-berani tawar barang kalau memang kita tidak berniat untuk membelinya, karena penjual disana maksa-maksa dan cepat marah..

Untuk info perjalanan ke KL kali ini, tidak terlalu detail. Lupa..karena sudah terlalu lama juga..2010 :)

Categories: Vacation | Tags: | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Kuala Lumpur 2010

  1. Rini Indrarto

    Kangen!!! pengen jalan2 lagi bertiga… Kapan ya? Secara gw skrg dah berbuntut! Tambah repotnya!!!!

  2. Shierly

    Ayooo kapan…? :) nanti gantian jaga vanesha ya…aq lagi sering jalan bareng bu din n lainnya nih….

  3. dimul75

    lumayan buat referensi gue tgl 22 maret nanti…

  4. Mila Meliawaty

    Riniii apa kabaar saay?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 158 other followers